Saya ternyata tidak cukup pandai menulis, ya.. hal ini terbukti dengan sedikitnya kosa kata ataupun jargon2 apik yang bisa mengisi roh narasi saya, setiap kali terlintas keinginan untuk menuangkannya di sini.,
atau cenderung kata-kata itu terkesan nakal dan sadis
luapan emosi dan kebencian seringkali meluncur lewat untaian konsonan dan vokal yang berjejeran tak bertema satu
saya suka terkagum-kagum mana kala membaca blog atau membaca karya tulis yang didalamnya dipenuhi dengan kata-kata yang menurut saya "asing, tetapi sebenarnya bahasa itu laksana mantra "sim salabim !!---, ampuh, dahsyat, simple dan memang mampu mengcover semuanya.......
achh...mungkin juga karena saya kurang banyak refferensi bacaan.......(males baca !! ^^v)
[ kata-kata ini lantang sekali meluncur dari mulut dosen pembimbing skripsiku sewaktu di yogya tepat disaat saya meminta penilaian plus/minus tentang saya, sewaktu pengisian formulir untuk melanjutkan study pasca sarjana di UGM yang hasilnya adalah kegagalan saya menimba ilmu di profesi apoteker dan magister farmasi kliniknya ] --- eehhmm,, ini kebencian yang indah.. ^_^
hhhhhhhH ;;;;;; kembali ke kegaguman saya tadi..... kekaguman-demi kekaguman itu yang membuat saya sedikit demi sedikit menyimpan kata-kata -mujarab itu ke dalam note saya, selain dikarenakan saya paham betul "shorT memory- yang saya miliki........
kadang kala disinilah bermulai kebencian saya"
saya mulai merasa benci dengan diri sendiri- mana kala saya merasa sebagai mahasiswa paling bodoh--- ya bayangkan saja, saya tidak bisa bersuara didalam forum diskusi kelas. Tetapi kalau di kesempatan yang isinya hanya Joke-joke ringan atau naughty joke... pasti saya biangya... ya mungkin seperti pepatah lama bilang 'tong kosong nyaring bunyinya ato air beriak tanda tak dalam""
ssssstT....saya seringkali terbelenggu disini dan terliliT tanpa dengan cepat melerainya kembali.
Situasi seperti inilah yang seakan menuntun saya untuk membenci variabel X an Y
variabel X yang ada disana, saya tidak mengenal kawan atau situasi dimana saya obvious disana. kemudian saya akan mulai mengeluh kepada yangVertikal.
lalu "menyendirilah yang hingga saat ini saya pilih sebagai solusi terbaik buat saya, karena yang mengerti emosi saya sedang memuncak atau sudah redam , saya yang hafal betul ekspresi wajah saya disaat bad mood yang nyaris perfecto judesnya. dan kosakata jika saya berinteraksi akan semakin tidak manusiawi maknanya... lebih baik saya sendiri dan seakan seketika mengidap autis yang akan sembuh sendiri nantinya.....bahkan kebiasaan yang tak kalah seringnya saya lakukan adalah untuk pergi ya lebih tepatnya menghindar atau kabur dari masalah....dengan pertimbangan masalah itu akan redam , selesai dan hilang sendiri.........
tetapi sikap saya ini hasilnya Nol besar....,tau apa yang saya dapat?? kebencian yang memuncak..., ya...ternyata kepergian saya membuat bibit-bibit kebencian semakin melimpah ruah.,,. dan meledak akhirnya
nah klo sudah seperti ini apakah salah kalau saya mulai bertanya dengan Tuhan,... sebenarnya buat apa Dia menciptakan rasa benci....?
katakanlah kebencian saya dengan diri saya sendiri tentang sifat dan sikap yang kadangkala bahkan sering membuat saya merasa 'terhimpit penuh sesak...tiada solusi, tiada empati,.
buat apa saya me list kebencian dan rasa benci....jika saya hanya mampu diam?
diam dalam kebencian......
buat saya sama saja artinya benci akan keDiaman
baru saja saya membaca note seorang teman yang mengclaim dirinya introvert.....
( ntar liaT di introvert------)
langsung saya comment dech....................

atau cenderung kata-kata itu terkesan nakal dan sadis
luapan emosi dan kebencian seringkali meluncur lewat untaian konsonan dan vokal yang berjejeran tak bertema satu
saya suka terkagum-kagum mana kala membaca blog atau membaca karya tulis yang didalamnya dipenuhi dengan kata-kata yang menurut saya "asing, tetapi sebenarnya bahasa itu laksana mantra "sim salabim !!---, ampuh, dahsyat, simple dan memang mampu mengcover semuanya.......
achh...mungkin juga karena saya kurang banyak refferensi bacaan.......(males baca !! ^^v)
[ kata-kata ini lantang sekali meluncur dari mulut dosen pembimbing skripsiku sewaktu di yogya tepat disaat saya meminta penilaian plus/minus tentang saya, sewaktu pengisian formulir untuk melanjutkan study pasca sarjana di UGM yang hasilnya adalah kegagalan saya menimba ilmu di profesi apoteker dan magister farmasi kliniknya ] --- eehhmm,, ini kebencian yang indah.. ^_^
hhhhhhhH ;;;;;; kembali ke kegaguman saya tadi..... kekaguman-demi kekaguman itu yang membuat saya sedikit demi sedikit menyimpan kata-kata -mujarab itu ke dalam note saya, selain dikarenakan saya paham betul "shorT memory- yang saya miliki........
kadang kala disinilah bermulai kebencian saya"
saya mulai merasa benci dengan diri sendiri- mana kala saya merasa sebagai mahasiswa paling bodoh--- ya bayangkan saja, saya tidak bisa bersuara didalam forum diskusi kelas. Tetapi kalau di kesempatan yang isinya hanya Joke-joke ringan atau naughty joke... pasti saya biangya... ya mungkin seperti pepatah lama bilang 'tong kosong nyaring bunyinya ato air beriak tanda tak dalam""
ssssstT....saya seringkali terbelenggu disini dan terliliT tanpa dengan cepat melerainya kembali.
Situasi seperti inilah yang seakan menuntun saya untuk membenci variabel X an Y
variabel X yang ada disana, saya tidak mengenal kawan atau situasi dimana saya obvious disana. kemudian saya akan mulai mengeluh kepada yangVertikal.
lalu "menyendirilah yang hingga saat ini saya pilih sebagai solusi terbaik buat saya, karena yang mengerti emosi saya sedang memuncak atau sudah redam , saya yang hafal betul ekspresi wajah saya disaat bad mood yang nyaris perfecto judesnya. dan kosakata jika saya berinteraksi akan semakin tidak manusiawi maknanya... lebih baik saya sendiri dan seakan seketika mengidap autis yang akan sembuh sendiri nantinya.....bahkan kebiasaan yang tak kalah seringnya saya lakukan adalah untuk pergi ya lebih tepatnya menghindar atau kabur dari masalah....dengan pertimbangan masalah itu akan redam , selesai dan hilang sendiri.........
tetapi sikap saya ini hasilnya Nol besar....,tau apa yang saya dapat?? kebencian yang memuncak..., ya...ternyata kepergian saya membuat bibit-bibit kebencian semakin melimpah ruah.,,. dan meledak akhirnya
nah klo sudah seperti ini apakah salah kalau saya mulai bertanya dengan Tuhan,... sebenarnya buat apa Dia menciptakan rasa benci....?
katakanlah kebencian saya dengan diri saya sendiri tentang sifat dan sikap yang kadangkala bahkan sering membuat saya merasa 'terhimpit penuh sesak...tiada solusi, tiada empati,.
buat apa saya me list kebencian dan rasa benci....jika saya hanya mampu diam?
diam dalam kebencian......
buat saya sama saja artinya benci akan keDiaman
baru saja saya membaca note seorang teman yang mengclaim dirinya introvert.....
( ntar liaT di introvert------)
langsung saya comment dech....................
bulz : ya.. kadang2 kediaman sang introvert menyimpan rahasia besar yang kadangkala sangat menyakitkan untuk didengar oleh seorang ekstrovert
mas ganteng : qta bsebrangan y mey!!!
bulz : g juga kok mas...
tapi aq byk menemukan kesulitan memang dg orang2 introvert....ya karena aq baru sadar ternyata byk yang interaksinya intens dg aq adalah org2 introvert...
dan note itu ternyata bisa mewakili kata yang tepat yang selama ini aq cari.....
orang2 ekstrovert juga kadangkala bahkan sering menzolimi sang introvert karena kediaman nya itu...
yang jarang dialami oleh orang ekstrovert..kecuali org ekstrovert berada dlm keadaan memuncak karena permasalahan2 yang telah menumpuk.
karena org ekstrovert cenderung tidak memikirkan masalah, nah nanti kalo masalah itu sudah overload, baru dia akan bersikap sesaat seperti org introvert. nah disinilah ia akan merasakan beginilah org introvert..
ya tapi ini cuma bentar,... ia akan kembali menjadi si ekstrovert yang dg hengosan nafasnya sekali saja bisa membuat si introvert memaki-maki dia sepanjang hidupnya.
-------what do you thinks about me???
tapi aq byk menemukan kesulitan memang dg orang2 introvert....ya karena aq baru sadar ternyata byk yang interaksinya intens dg aq adalah org2 introvert...
dan note itu ternyata bisa mewakili kata yang tepat yang selama ini aq cari.....
orang2 ekstrovert juga kadangkala bahkan sering menzolimi sang introvert karena kediaman nya itu...
yang jarang dialami oleh orang ekstrovert..kecuali org ekstrovert berada dlm keadaan memuncak karena permasalahan2 yang telah menumpuk.
karena org ekstrovert cenderung tidak memikirkan masalah, nah nanti kalo masalah itu sudah overload, baru dia akan bersikap sesaat seperti org introvert. nah disinilah ia akan merasakan beginilah org introvert..
ya tapi ini cuma bentar,... ia akan kembali menjadi si ekstrovert yang dg hengosan nafasnya sekali saja bisa membuat si introvert memaki-maki dia sepanjang hidupnya.
-------what do you thinks about me???
mas ganteng : kl q sih kdg mlh g tll nyaman sm org yg tll "rame',mksdx g nyaman krn tkt g bs nyaingi 'keaktifanx'
kl ma me2y gmn y,bnrx seh tipe org ekstrovert tp y g ekstrovert bgt,msh ada mendam2x gitu kyke,bktix q nyaman2 aj kl ada km,tumben nih ngmgx srius?lg kesurupan y?
kl ma me2y gmn y,bnrx seh tipe org ekstrovert tp y g ekstrovert bgt,msh ada mendam2x gitu kyke,bktix q nyaman2 aj kl ada km,tumben nih ngmgx srius?lg kesurupan y?
bulz : hah?? sialan........
giliran orang nanggepin serius dikata2 in gimana aq bisa jadi "Gedhe"
... See More
g ada salahnya kan mas ganteng-- kan waktu sudah memberi kita begitu byk kesempatan untuk mengambil hikmah dari semua kejadian yang kita alami
karena setiap pertemuan kita dg seseorang , siapapun itu tidak ada yang kebetulan.. pasti ada maksudnya--ada pembelajaran yang harus kita ambil..
mungkin juga dg kesurupan aq baru bisa melihat hidup ini dari banyak "SISI" yang disetiap sisinya kita bisa menjadi pribadi lain yang harus kita hargai perasaannya....
cuit===CuiT...............
=============================================''''''
introvert identik dengan diam.
dan kebencian saya, akan sebongkah keDiaman lagi-lagi menjadi nyata....
nyata didepan mata ------
lalu, sudah sampaikah pesan yang saya kirim Tuhan??
pesan yang isinya petanyaan saya, tentang sebuah kebencian..
sulit bagi saya untuk memaafkan, tetapi sangat tidak mudah bagi saya untuk 'melupakan
karena begitu memory itu disave dengan syntax error..menyatu ia dalam setiap interaksi saya....., sembuhlah yuk !! "begitu lirih saat suara ayah meminta saya untuk membantu kesembuhan kesakitan ini. dan lagi-lagi saya harus berusaha keras mendeletenya.
saya pernah sakit--terpuruk sangat dengan rasa benci itu walaupun akhirnya kebencian itu meleleh perlahan dipanasi oleh waktu.. hahay !!
dan kebencian itu kembali hadir sekarang dimulai oleh kediaman, berita buruknya saya tidak tahu kapan ia akan kembali meleleh ?
--------i hate a hatred
saya benci kebencian, ia membuat saya tersiksa, ia membuat saya lemah, ia membuat saya durhaka, ia menghadirkan aroma neraka__
sudah saaTnya saya tersadar dari pemikiran yang berpola tunggal, dan mencoba berdamai dengan "rasa benci" yang selalu menggeliat dengan agresifnya mematahkan juntaian-juntaian pola yang baru saya tenun. Kenyataan pahit dari sebuah kediaman berbuah rasa benci yang mendalam----kembali, dan
kembali terulang......dan saya kembali gagal membunuh bibit kebencian yang begitu cepat mengambil alih pola system kendali Qolbu yang selalu rapuh
maafkan hamba ya Gusti Alloh... belum sempurna hamba mencerna maknanya..
jangan tambah lagi kebencian yang sangat menyesakkan ini
sebelum Kau beri arti benci,
No comments:
Post a Comment